search volume: riset keyword untuk memahami perilaku pengguna dan kapan menggunakannya

Banyak orang melihat angka search volume sebagai penentu apakah sebuah keyword layak digunakan atau tidak. Padahal, search volume hanyalah salah satu data yang membantu kita memahami perilaku pencarian. Kalau Anda sedang menentukan topik artikel, memahami search volume bisa membantu Anda memperkirakan seberapa banyak orang yang mencari suatu istilah sebelum Anda membuat konten.

Itu artinya search volume bukan satu satu indikator yang bisa anda jadikan sandaran ketika melakukan riset keyword. Bahkan bagi saya sendiri tidak ada 1 data pasti akurat dalam bisnis online alias digital marketing karena data hadir setelah ada perilaku pengguna dan bis la jadi data itu telat dan sudah usang meski beberapa menit dan jam saja. 

What: Apa Itu Search Volume?

Search volume adalah perkiraan jumlah pencarian untuk sebuah keyword dalam periode tertentu, biasanya dihitung per bulan.

Misalnya, sebuah keyword memiliki search volume 10.000. Artinya, alat riset keyword memperkirakan bahwa keyword tersebut mendapatkan sekitar 10.000 pencarian dalam satu bulan.

Namun, angka tersebut bukan berarti 10.000 orang pasti akan mengunjungi blog Anda.

Search volume menunjukkan aktivitas pencarian, bukan jumlah traffic yang akan diterima sebuah website.


Ada beberapa hal yang perlu dibedakan:

1. Search volume = perkiraan jumlah pencarian.

2. Traffic = jumlah kunjungan yang benar-benar diterima halaman.

3. Click = tindakan pengguna setelah melihat hasil pencarian.

4. Conversion = tindakan yang Anda inginkan, misalnya membeli produk atau mendaftar.

Jadi, search volume sebaiknya dipandang sebagai data untuk membaca peluang, bukan jaminan mendapatkan traffic.

Why: Mengapa Search Volume Penting?


Search volume penting karena dapat membantu Anda mengetahui apakah sebuah topik memang memiliki permintaan pencarian.

Bayangkan Anda memiliki dua ide artikel.

Keyword pertama memiliki volume pencarian yang sangat kecil, sedangkan keyword kedua memiliki volume yang jauh lebih besar. Data tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih topik.

Tetapi jangan sampai berpikir bahwa semakin besar search volume, semakin bagus keyword tersebut.

Keyword dengan volume 100.000 pencarian bisa saja sangat kompetitif dan memiliki maksud pencarian yang tidak sesuai dengan bisnis Anda.

Sebaliknya, keyword dengan volume 500 pencarian mungkin justru lebih berharga karena orang yang mencarinya memiliki kebutuhan yang sangat spesifik.

Contohnya, keyword:

"laptop"

memiliki makna yang sangat luas.

Sementara:

"cara mengatasi laptop tidak bisa connect wifi"

jauh lebih spesifik.

Orang yang mencari keyword kedua kemungkinan sedang menghadapi masalah tertentu dan membutuhkan solusi.

Karena itu, jangan hanya melihat angka search volume. Lihat juga search intent, yaitu tujuan di balik pencarian tersebut.

How: Bagaimana Cara Menggunakan Search Volume?


Cara paling sederhana adalah menggunakan search volume sebagai salah satu bahan untuk menentukan prioritas konten.

Pertama, tentukan beberapa topik yang berhubungan dengan website Anda.

Kemudian cari keyword yang digunakan orang ketika mencari topik tersebut.

Setelah itu, perhatikan beberapa data:

1. Search volume.
2. Persaingan keyword.
3. Search intent.
4. Relevansi dengan konten Anda.
5. Potensi bisnis atau konversinya.

Misalnya Anda mempunyai blog teknologi dan menemukan tiga keyword:

1. Keyword : laptop || search volume : 100.000 || tujuan : sangat umum 

2. Keyword : laptop murah || search volume : 20.000| tujuan : Mencari produk

3. Keyword: laptop tidak mau menyala || search volume : 2.000 || tujuan : Mencari solusi

Jangan langsung menyimpulkan bahwa keyword pertama adalah pilihan terbaik.

Keyword ketiga memang memiliki volume lebih kecil, tetapi penggunanya mempunyai masalah yang sangat jelas. Ini bisa menjadi peluang untuk membuat artikel yang benar-benar membantu.

Inilah alasan mengapa search volume sebaiknya digunakan bersama konteks, bukan sebagai satu-satunya patokan.

When: Kapan Search Volume Digunakan?


Search volume paling berguna ketika Anda sedang melakukan riset topik dan menentukan prioritas artikel.

Misalnya Anda mempunyai 50 ide artikel. Anda bisa menggunakan search volume untuk membantu mengelompokkan keyword tersebut menjadi beberapa kategori.
Namun, tidak semua artikel harus dibuat berdasarkan keyword dengan volume tinggi.

Anda tetap bisa membuat artikel dengan volume pencarian rendah jika:

1. Topiknya sangat relevan dengan website;

2. Pertanyaannya sering muncul dari pembaca;

3. Kontennya membantu menyelesaikan masalah;

4. Memiliki peluang menghasilkan penjualan atau mendukung artikel utama lainnya.

Dengan demikian, Anda tidak perlu terjebak mengejar angka search volume yang besar.

Search Volume Bukan Jaminan Traffic

Ini bagian yang sering disalahpahami.
Misalnya sebuah keyword mempunyai search volume 10.000 per bulan. Bukan berarti artikel Anda otomatis mendapatkan 10.000 pengunjung.

Pencarian tersebut bisa terbagi ke banyak halaman di hasil pencarian. Selain itu, pengguna bisa saja tidak mengklik hasil pencarian, memilih website lain, atau mendapatkan jawaban langsung dari mesin pencari.

Karena itu, search volume lebih tepat dianggap sebagai indikator adanya aktivitas pencarian.

Traffic tetap dipengaruhi oleh banyak faktor lain, seperti posisi halaman, relevansi konten, kualitas judul, search intent, kompetisi, dan perilaku pengguna.

Disini saya juga ingin berbagi tentang tips lainnya. 

Rumus search volume yang benar adalah search volume di bagi serach result dan dibagi 30 hari. Artinya 1 hari itu hasilnya adalah rata rata pengunjung untuk 1 kata kunci. 


KATEGORI MARKET INDUSTRY 

1. Industry besar || health wealth relationship 
2. Sub industry 
3. Micro industry 

Saya tidak menjelaskan turunan nya karena itu akan menjadi panjang. Saya hanya menjelaskan. Kategori nya saja. Jadi tugas ada mencari tau apa saja turunan nya. Lihat saja di google trend itu paling mudah. Di bagian sedang trending ada kategori dan itu adalah target market. Gak perlu pusing google trend sudah menyediakan nya untuk anda tinggal anda eksekusi saja. 

KEYWORD TAIL

Maksudnya adalah ekor kata kunci. Jadi kata kunci dibagi menjadi 2 saja secara sederhana bedasarkan panjang dan pendek nya. 

1. Short tail : 1 - 3 kata || itu artinya jika sebuah judul artikel kurang dari 3 kata maka kata Keyword itu termasuk short tail. 

2. Long tail : 3 kata kunci atu lebih. Biasanya kata kuncinya bisa sampai 6 - 7 suku kata. Coba perhatikan di page one Google dan hitung jumlah kata pada artikel yang muncul. 

Hampir dipastikan mereka menggunakan long tail bukan short tail. Karena long tail lebih mudah dalam persaingan di SERP page one dan lebih natural dari sisi manusia alias user ketika masukan query. 

Fungsi kegunaan memahami hal ini adalah supaya anda tau secara detail bagaimana kata kunci itu terbentuk. Karena nanti di artikel berikut nya anda harus belajar membuat judul artikel. Tidak sembarang menempatkan kata kunci dan jangan asal. 

Itu berpengaruh ke relevansi pencarian. Ya, mungkin bisa muncul di pada query yang sama tapi karena kurang tepat penempatan kata kunci pada judul misalkan. Bisa jadi blog anda tenggelam jauh di Halaman belakang sana. 

Ada kutipan bercanda dari para pakar SEO dunia yaitu jika halaman ke dua google dan seterusnya adalah tempat sempurna untuk menyembunyikan mayat. Artinya blog anda tidak di lirik sama sekali oleh pengguna mesin pencari. 

Jika kamu pusing dengan penjelasan saya. Tenang saja itu wajar karena seiring berjalan waktu kamu pasti paham. Awalnya saya juga begitu. Jadi teruslah melangkah dan hubungi admin 

WhatsApp 0857 2066 0163

Thanks cheers 😁 ☕ 

Kesimpulan


Search volume adalah data yang menunjukkan perkiraan jumlah pencarian sebuah keyword dalam periode tertentu.

Gunanya bukan untuk menjamin traffic, tetapi untuk membantu kita memahami apakah suatu topik mempunyai permintaan pencarian.

Gunakan search volume sebagai kompas, bukan sebagai aturan mutlak.

Keyword dengan volume besar memang menarik, tetapi keyword dengan volume kecil juga bisa sangat berharga apabila memiliki intent yang tepat dan berhubungan langsung dengan kebutuhan pembaca.

Pada akhirnya, tujuan membuat konten bukan sekadar mengejar angka search volume, tetapi membuat informasi yang dicari dan berguna bagi orang yang membutuhkannya.

Comments